Kebetulan dan Kemungkinan

Tidak ada satupun kejadian di dunia ini yang terjadi secara kebetulan, walau kita seringnya menyangka demikian. Tempat kita hidup saat ini, orang-orang yang kita temui dalam keseharian, orang-orang yang tidak kita temui lagi, musibah yang menimpa diri dan lingkungan sekitar, kesemua peristiwa yang terjadi adalah hal-hal yang diizinkan Tuhan terjadi.

Read More

Resensi Buku: Aku Kesepian Sayang, Datanglah Menjelang Kematian

#ReadingChallenge2020 Buku Kelima

Ada ungkapan yang beredar bahwa apabila seseorang seniman sudah pada tingkat Maestro, maka ia dapat “dimaklumkan” dan “diizinkan” apabila menabrak kaidah tertentu atau bahkan menciptakan sebuah metode baru yang tidak dikenal sebelumnya, dan kita sebagai penikmat hanya bisa menerimanya saja, tanpa perlu bertanya-tanya soal mengapanya.

Read More

Resensi Buku: Bibir dalam Pispot

#ReadingChallenge2020 Buku Kelima   Beberapa tahun lalu saya kenal nama Almarhum Hamsad Rangkuti lewat cerpennya yang nakal sekaligus fenomenal “Maukah Kau Menghapus Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu?” di buku Derabat – Kumpulan Cerpen Kompas Tahun 1999. Dari sana seingat saya, beberapa cerpennya masuk kembali ke Kumpulan Cerpen Kompas di tahun-tahun berikutnya. Buku ini, Bibir dalam […]

Read More

Resensi Buku: Kuda Terbang Maria Pinto

#ReadingChallenge2020 Buku Ketiga

Ini adalah kali pertama saya membaca buku karya Linda Christanty. Tak berlebihan kiranya bila saya memulainya dengan Kuda Terbang Maria Pinto, kumpulan cerpen yang terpilih sebagai pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa di tahun 2004 untuk kategori fiksi.12 cerita pendek yang terdapat di dalamnya cukup menggambarkan cara berpikir Linda yang sementara bisa saya bilang penuh dengan kebebasan.

Read More

Resensi Buku: Teh dan Pengkhianat

#ReadingChallenge2020 Buku Kedua

Tidak berlebihan kiranya bila buku ini menjadi pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa di tahun 2019 lalu untuk kategori prosa. Lewat 13 cerita pendek berlatar sejarah kolonial, Iksana Banu seperti menawarkan sebuah pintu lain bagi kita untuk memahami sejarah lewat tutur sastra. Sesuatu yang sebetulnya bukan kali pertama, namun lapangan permainannya masih teramat lapang dan kosong untuk diisi.

Read More