Sunat

Salah satu fase penting bagi seorang laki-laki adalah khitan atau yang lazim di Indonesia disebut sunat. Ternyata tidak mudah memang membujuk anak sendiri, seorang anak laki-laki kelas 3 SD untuk maju ke fase itu. Saya jadi teringat bahwa saya dulu juga baru berani sunat saat selesai EBTANAS di kelas 6 SD menuju kelas 1 SMP, di usia 12 tahun, hehehe.

Sebagai anak Generasi Z yang amat visual, anak sulung saya ini pun harus dikenalkan dengan apa itu sunat. Diksi sunat rasanya pertama kali ia kenal dari teman sekelasnya yang sudah melakukannya terlebih dahulu. Dari sanalah kami mulai memperkenalkan apa itu sunat, dan di mana bisa dilakukan peristiwa yang dikenal “menyakitkan” tersebut.

Beruntung juga di era ini informasi begitu melimpah, tinggal kita pilih-pilih saja mana yang sesuai dengan kebutuhan. Berbekal mencari sendiri informasi salah satunya dari video Youtube tentang kegiatan sunat seorang adik public figure yang terkenal dengan salah satu Youtuber yang jumlah subscriber-nya tertinggi di Asia, anak saya mulai tau sedikit demi sedikit apa yang akan ia alami sewaktu sunat nanti.

Akhirnya setelah proses menyampaikan informasi, dan bujuk-membujuk terkait sunat, anak sulung saya mau dan bersedia disunat setelah bagi rapor sekolah di bulan Desember ini. Dari hasil riset dan cari tau ke sana-sini, kami memutuskan untuk “menyerahkan” proses sunat anak kami ke Sunatan.com, sebuah tempat yang bisa disebut klinik sunat yang saya baru tahu ternyata ada di sebagian mall di Jabodetabek. Maka, sampailah di hari itu, dengan segala “kelebayan” anak kecil yang disunat, alhamdulillah kegiatan sunatan anak saya berjalan lancar.

Saya sendiri cukup surprise juga dengan metode sunatan zaman now: relatif tidak berdarah, tidak diperban dan sehabis sunat si anak langsung bisa jalan dengan cukup baik. Karena mungkin tidak sakit, ia pun tidak menangis ketika disunat. Karena sunatnya juga di mall, maka ya sehabis sunat kami beri hadiah dia dengan jajan jajanan yang ia mau.

Alhamdulillah, satu bujang kami telah melewati salah satu fase terpenting di dalam hidupnya. Namun, PR kami masih ada terkait sunat: adiknya yang masih kecil 😁.

 

M. Taufik

Tangerang Selatan, Desember 2021

.

#CeritaPepatahPamulang #Khitan #Sunat #Sunatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *