Kebetulan dan Kemungkinan

Tidak ada satupun kejadian di dunia ini yang terjadi secara kebetulan, walau kita seringnya menyangka demikian. Tempat kita hidup saat ini, orang-orang yang kita temui dalam keseharian, orang-orang yang tidak kita temui lagi, musibah yang menimpa diri dan lingkungan sekitar, kesemua peristiwa yang terjadi adalah hal-hal yang diizinkan Tuhan terjadi.

Sebagaimana ada ungkapan manusia memang tempat salah dan lupa. Namun lupanya rasanya teramat sering, hingga alpa dalam menafsirkan bahwa secendikia-cendikianya manusia merapal teori-teori bangku universitas, secerdas-cerdasnya manusia menyandang berbagai gelar kesarjanaan, tetaplah di hadapan kemahakuasaan dan kemahabesaran yang masih kita coba pelajari seberapa kuasa dan seberapa besarnya itu, manusia tidak memiliki hak atas kata “kun”, apalagi “fayakun.”

Sejarah mengajarkan kita bahwa manusia punya waktu kepulangannya masing-masing. Dan waktu kepulangan tidaklah pernah meleset barang sedetik pun. Semua punya porsi yang pas. Tidak kurang dan tidak lebih.

Penyebab kepulangan dengan sakit atau sebab lain adalah cara Tuhan memberikan jawaban atas pertanyaan klasik dan rewel manusia soal kepulangan. Karena sejatinya kepulangan tidak memerlukan alasan apa-apa, apalagi sebab yang rumit-rumit. Kepulangan adalah jalan selanjutnya dari kehadiran.

Sebagaimana Rumi pernah menegur muridnya yang bersedih pada saat-saat ia akan meninggalkan dunia. Karena wafat adalah satu langkah lebih maju menuju perjumpaan dengan Sang Maha Kasih, yang banyak manusia ekspresikan sehari-hari dalam hapalan doa-doanya, dalam berdiri dan sujudnya. Bahkan dalam rindu pura-puranya.

Relakanlah yang pulang untuk berpulang. Biarlah mereka memenuhi janji rindunya kepada Sang Maha. Meluapkan cinta pada relung terdalam yang pernah ia titipkan pada amal baiknya. Tugas kemanusiaan kita untuk mendoakan dan memaafkannya.

Karena kuasa manusia ada di ranah berjuang, bukan pada hasil. Selama manusia berjuang, selama itu pula Tuhan mencurah-curahkan kasih sayangnya. Dan biarlah hasil menjadi ranah Tuhan saja.

Jangan menguji matematika Tuhan dengan itung-itungan awam kita akan masa depan. Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa campur tanganNya. Percayakan padaNya dengan baik sangka kita.

 

Bang Joy, Juli 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *