Resensi Buku: Aku Kesepian Sayang, Datanglah Menjelang Kematian

#ReadingChallenge2020 Buku Kelima

Ada ungkapan yang beredar bahwa apabila seseorang seniman sudah pada tingkat Maestro, maka ia dapat “dimaklumkan” dan “diizinkan” apabila menabrak kaidah tertentu atau bahkan menciptakan sebuah metode baru yang tidak dikenal sebelumnya, dan kita sebagai penikmat hanya bisa menerimanya saja, tanpa perlu bertanya-tanya soal mengapanya.

Adalah Seno Gumira Ajidarma, seorang penulis senior dan cerpenis kenamaan, yang kata-katanya banyak dikutip banyak orang, termasuk di dalam kategori seniman yang sudah sampai pada level “Maestro” itu. Pada buku ini, “Aku Kesepian Sayang – Datanglah, Menjelang Kematian,” Seno seperti bermain-main sesukanya, di lapangan yang sepertinya hanya ia miliki sendiri. Seno bebas memainkan kata-kata yang ia mau, membolak-balikannya, melempar-lemparnya, dan mengaduk-aduk semau-maunya. Gila, saya pikir, asik juga ya menjadi seorang Seno.

Salah satu cerpen yang menarik adalah WONGASU. Mengisahkan tentang Sukab, tokoh andalan Seno dibanyak cerita, yang karena himpitan ekonomi harus mengais penghasilan dengan menjadi pemburu anjing. Sukab tinggal di bawah jembatan, bersama istri tidak sahnya, dan keempat anak mereka.

Peralatannya sederhana saja: sebuah karung dan kayu pemukul. Dengan bantuan dua alat tersebut, ditambah insting Sukab yang ahli dalam membedakan mana anjing liar dan mana anjing peliharaan, plus timing-nya yang tepat, jadilah ia pemburu anjing yang hebat.

Selepas anjing dimasukkan karung, ia menjadi penyuplai bagi warung-warung makan yang menerimanya. Karena kepala anjing tidak laku dijual, Sukab mengambil bagian itu dari warung-warung tersebut. Di rumah, kepala anjing itu menjadi makanan keluarga miskin ini. Sampai suatu ketika, ia merasa orang-orang melihatnya dengan perasaan aneh, dan jijik.

Tak disangka, tenyata karena mereka sekeluarga sering mengkonsumsi anjing, maka lambat laun wajah mereka menyerupai anjing, dan orang-orang menyebut mereka sebagai WONGASU.

Sebuah buku yang recommended. Seno, dengan cerita-ceritanya, menurut hemat saya, selalu menarik untuk diperbincangkan dan dinikmati sambil minum kopi pahit, sepahit cerita-cerita Seno lainnya.

 

Mochammad Taufik

Tangerang Selatan, Februari 2020

 

#SenoGumiraAjidarma #ReviewBuku #ReadingChallenge #CeritaPendek #ResensiBukuPepatahPamulang #PepatahPamulang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *