Resensi Buku: Kuda Terbang Maria Pinto

#ReadingChallenge2020 Buku Ketiga

Ini adalah kali pertama saya membaca buku karya Linda Christanty. Tak berlebihan kiranya bila saya memulainya dengan Kuda Terbang Maria Pinto, kumpulan cerpen yang terpilih sebagai pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa di tahun 2004 untuk kategori fiksi.12 cerita pendek yang terdapat di dalamnya cukup menggambarkan cara berpikir Linda yang sementara bisa saya bilang penuh dengan kebebasan.

Linda membukanya langsung dengan cerpen yang menjadi judul buku ini, Kuda Terbang Maria Pinto. Cerpen ini jelas beraliran surealis yang mengisahkan tentang perang dan kisah cinta. Kisah cinta tidak hanya terjadi di dalam dunia nyata, tapi ia bisa juga nyata di dunia khayal.

Nomor lain yang menarik menurut saya adalah Makan Malam. Berkisan tentang “Aku” yang punya ritual makan malam dengan Sang Ibu, sosok satu-satunya yang ada di rumah, selain dirinya. Sampai datanglah saat itu, Sang Ayah yang “menghilang” sejak ia masih 5 bulan dalam kandungan pada suatu prahara bangsa ini di masa lalu, dan pindah ke Rusia. Kini sosok itu datang kembali sejak hampir 20 tahun tiada kabar. Ia berwajah tirus, berkulit putih, dan uban yang sudah memenuhi kepala.

Makan malam itu begitu hening. Tiada ada suara selain denting sendok-garpu di piring-piring mereka.

“Ayah berencana tinggal di sini?” tanyaku

“Belum tahu. Mungkin nggak. Di sana aku juga punya kehidupan.”

Entah mengapa, aku ingin menangis.

“Jadi kenapa pulang?”

Sambil memandangku, ia berucap, “Aku mau selesaikan urusan dengan Ibumu.”

 

*Ada beberapa nomor lain yang menarik untuk ditelusuri seperti Lubang Hitam, Lelaki Beraroma Kebun, dan Makam Keempat. Sebuah buku yang cukup oke bagi peminat sastra, khususnya cerita pendek dengan tema-tema mengejutkan yang beberapanya bahkan masih tabu untuk dibicarakan di masyarakat kita, baik realis maupun surealis.

 

Mochammad Taufik

Tangerang Selatan, Januari 2020

 

#KudaTerbangMariaPinto #LindaChristanty #ReviewBuku #ReadingChallenge2020 #KumpulanCerpen #Cerpen #ResensiBukuPepatahPamulang #PepatahPamulang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *