Marni

Di kampung kami, setiap malam Minggu ada saja yang mengadakan pagelaran dangdut. Entah Si A yang sedang menikahkan anaknya lalu menanggap dangdut semalam suntuk. Atau juga Si B yang menyunatkan anak laki-lakinya lalu menyewa biduan untuk menghibur tamu undangan. Dalam sebulan hampir bisa dipastikan minimal ada dua sampai tiga kali hajatan yang menyajikan hiburan dangdut. Kalau sedang ramai-ramainya, bisa sampai enam kali hiburan dangdut sambung-menyambung.

Read More