Resensi Buku: The Lost Boy

The Lost Boy adalah buku kedua dari Trilogi kisah hidup seorang Dave Pelzer. Di buku kedua ini, David―panggilan Dave-, akhirnya “terselamatkan”.

Melalui pertolongan berbagai pihak, diantaranya Thomas Edison Elementary School, Pihak Kepolisian Daly City, Miss Gold (seorang pekerja pada Dinas Sosial), dan terakhir Pengadilan Wilayah yang akhirnya memutuskan bahwa David berada dalam pemeliharaan dan pengawasan Orang Tua Asuh.

Dimulailah babak baru bagi David, menata hidupnya tanpa orang tua kandung dan saudara-saudaranya. Awalnya ia ditempatkan di rumah Bibi Mary (Orang Tua Asuh), namun karena ia berulah, ia dipindahkan ke keluarga lain.

Read More

Kang Sarap

Sejak pindah ke kampung ini, aku tak tahu persis siapa Kang Sarap dan mengapa orang menamainya demikian. Mungkin sikap dan gerak-geriknya yang ganjil membuat sebagian besar orang memilih untuk menghindarinya, kecuali beberapa gelintir saja.

Pakaian sehari-hari Kang Sarap adalah sebuah baju lusuh berwarna biru tua, dan celana hitam yang juga tak kalah lusuh. Menurutku, sebenarnya yang membuat orang takut dan cenderung menghindari Kang Sarap hanya dua hal: matanya yang merah dan bau badannya. Sorot matanya membuat remaja yang paling bengal sekalipun memlilih untuk lari jika menemuinya di taman seberang Kantor Kelurahan.

Read More

Senyum Sari

Setelah memarkirkan motor di halaman parkir, aku langsung menuju lobi kantor. Ku lewati pintu detector, lalu bergegas menuju lift dan menekan tombol 15. Begitu sampai di ruang kerja, aku memasukkan kartu pegawaiku untuk absen. Beberapa orang sudah datang dan duduk pada meja kerjanya. Beberapa lagi sarapan di meja bundar dekat televisi, sambil menonton acara berita pagi. Setelah menyapa beberapa rekan sesama pegawai, aku pun menuju sudut ruangan sebelah kiri dekat jendela. Karena terhitung pegawai yang relatif baru, mejaku berada agak pojok ke belakang.

Read More